Saya Sempat Genggam Tangan Zahra

952 views

KLMA

Saya Sempat Genggam Tangan Zahra|Hari ahad tengah hari orang ramai yang berkumpul untuk menghabiskan masa bercuti disekitar air terjun telaga dua warna sibolangit,gerimis dan awan mendung tidak menjadi penghalang.

Beberapa orang ketika itu sedang sibuk mengambil gambar,sebagian tengah asik mandi.

Sekelompok lainnya duduk sambil makan bercerita tentang indahnya lukisan alam semula jadi di air terjun tersebut.

Berlahan rintik gerimis membesar,tak lama air bercampur lumpur pun datang dari arah gunung,indah alam menjadi murka hingga membawa malapetaka.

Puluhan orang dilokasi disapu hanyut oleh derasnya air,beberapa di antara mereka sempat meyelamtakan diri masing masing.

Ituah gambaran yang dikongsikan oleh mordang sualoan harahap 18 tahun mangsa terselamat dari banjir air terjun dua warna.

Kami datang pada sabtu malam,sampai sekitar jam 11 malam,kemudian kami siapkan kemah wanita terlebih dahulu dan kemudian kemah lelaki ,kamipun rehat dan tidur.besoknya kami bergerak menuju air terjun.

sibolangit-banjir-bandang7-sibolangit

Hujan tak kuat,hanya gerimis,pada jam 2 petang air besar tiba tiba datang.katanya pada tribun medan 17.05.2016.

Ketika mordang ditemui pakaiannya basah terbaring lemah,wajahnya pucat dan suara garau.

Menurut kesaksian mordang para pengunjung air terjun itu panik menyelamatkan diri masing masing menuju ketebing yang tinggi.

Saya sangat sedih dengan apa yang berlaku,bukan kengerian itu yang membuat saya sedih,tapi karena sahabat baik saya zahra ayu 17 tidak sempat saya selamatkan dan masih belum ditemukan.

Dia sahabat susah senang saya,orang memanggilnya ayu,saya panggil dia zahra,kata mordang.

Mordang mengenali zahra saat belajar di Pesantren Darul Mursyid sejak enam tahun lalu.

Dalam pembelajaran ,zahra lah yang telah banyak membantunya,terakhir mereka bersama saat mengikuti bimbingan persiapan menghadapai pencalonan masuk ke perguruan tinggi (SBMPTN).

Mordang bercerita saat banjir datang dia sempat menggenggam tangan zahra namun karena deras air membuat genggaman itu terlepas..dia sempat senyum Sebelum melepaskan tangan saya ,bagai manakah saya melupakan itu,katanya sambil menangis.

sibolangit-banjir-bandang5-sibolangit

10 JAM BERGANTUNG DI TEBING CURAM.

Mordang yang selamat menceritakan detik cemas saat ia bergantung selama 10 jam di tebing curam yang tegak lurus disekitar aur terjun itu.

Mordang menggambarkan tebing itu miring tebing  90 drajat,saya bergantung dari jam dua petang sampai jam 11 malam, katanya.

Selama bergantung di tebing itu hanya separuh telapak kaki saya yang memijak batu tebing itu.tangan saya hanya memegang rumput yang kukuh tumbuh di antara bebatuan tebing.

Saya berusaha mengimbangi badan saya agar tidak jatuh,saya tidak banyak bergerak ,apatah lagi membalikkan badan,sementara di bawah saya air banjir berlumpur mengalir deras dan kuat,kalau saya jatuh mungkin saya juga akan mati.katanya.

Difahamkan setelah mordang diselamatkan dari tebing itu dia terus cuba mencari sahabatnya zahra di deretan sepanjang sungai.

Namun remaja yang berusia 18 tahun itu terpaksa dihalang oleh tim sar,karena bimbang dengan keadaanya yang masih belum stabil.

Hingga  semalam 17.05.2016 rombongan mordang yang berjumlah 21 orang 14 jenazah sudah evakuasi.

-8 perempuan (meninggal)
-6 lelaki (meninggal)
-3 (masih dalam usaha pengambilan mayat tersangkut di lokasi ekstrime)
-3 hilang masih belum ditemukan
-1 selamat (mordang)

Kesemua jenazah mangsa ditemukan sekitar 7 kilometer dari titik air terjun dua warna bahkan ada yang hanyut sampai 10 kilometer.

Baca lagi:Gambar sekitar penemuan mayat tragedi banjir air terjun dua warna

Video keadaan air terjun dua warna beberapa jam sebelum kejadian.

 

Tags: #Saya Sempat Genggam Tangan Zahra