Bapa Maut Kemalangan “Dua Beradik Yatim Piatu Terpaksa Jual Sayur Untuk Sara Hidup”

YATIM PIATU

Bapa Maut Kemalangan “Dua Beradik Yatim Piatu Terpaksa Jual Sayur Untuk Sara Hidup”|Ketika hari masih gelap dimana kebanyakan masyarakat kita masih enak dibuai tidur,namun tidak dengan dua beradik yantim piatu yang terpaksa bangun awal untuk memetik sayur dari kebun warga sekitar rumahnya.

Sayur yang mereka petik itu jenis sayur seperti pucuk ubi,kacang panjang,kangkung dan bayam dibersihkan di ikat dengan rapi kemudian diletak dalam bakul di jual keliling kampung dan kepasar pasar pagi.

Itulah aktivitas harian anak yantim piatu jul 13 tahun dan adiknya ard 11 tahun ,saban hari kedua beradik ini mendorong troli menjaja beberapa kilometer dari rumahnya untuk menjualkan sayuran mereka bagi mencukupi kehidupan lagi dua adiknya dan juga seorang nenek yang sudah renta.

Keempat beradik yatim piatu ini memiliki tugas masing masing,jul dan ard mencari rezeki dengan menjual sayur yang ditanamnya sendiri di kebun tanah neneknya dan sayur warga sekitar.manakalan dua lagi adiknya haf 6 tahun dan beb yang masih kurang 5 tahun mendapat bagian menguruskan rumah dengan mencuci baju serta pinggan sekaligus menjaga nenek mereka salamiah 75 yang tubuhnya lemah akibat faktor usia.

Setelah semua itu dilakukan, Ard akan berangkat kesekolah mana kala jul tetap berjualan karena ia mahu memberi peluang kepada adiknya,selepas ard balik Sekolah ia akan kembali untuk berjualan sayur menolong kakaknya.

“Saya bangun sebelum subuh dengan kakak,kemudian kami meniaga sayur dulu sebelum saya pergi kesekolah.kata ard yang sememangnya membawa perlengkapan keperluan sekolah ketika meniaga sayur.

Bagi mereka tidak ada waktu bermain dan bersosial seperti kanak kanak lain sebayanya.demikian juga ketika hari libur  sekolah aktifitas mereka tetap sama.

Ketika libur sekolah kedua anak yatim piatu ini awal-awal berangkat kepasar mendorong troli yang penuh dengan sayur,kadang keduanya terpaksa menguras tenaga apabila melalui jalan tanjakan.

Katanya agar sayuran mereka nampak segar dan laku sebelum pasar tutup,mereka sengaja bangun subuh.

Hasil pendapatan mereka tidak tentu,berapapun penghasilan mereka setelah di bagi dengan pemilik kebun sayur,dalam sehari mereka mendapat untung bersih kira kira RM10 sehari.

Uang yang mereka dapatkan jauh untuk mencukupi kebutuhan kehidupan mereka berlima,kadang apabila meraka kehabisan beras mereka sering berhutang beras kepada jiran yang berhampiran.

Katanya masyarakat disitu sering memberi bantuan beras setiap kali kanak kanak yantim piatu tersebut kehabisan uang dan beras.

Akibat dari pada itu jul terpaksa berhenti sekolah untuk mengurangi pengeluaran uang sekaligus memberi peluang kepada adiknya ard.

Masyarakat bersimpati.

jiran:Kami tidak mengharapkan anak anak itu membayar semula dengan apa yang kami beri apabila mereka kehabisan bekal,tapi setiap jul meminta beras pada kami dia akan mebayarnya semula dalam beberapa minggu.

Warga sekitar sememangnya sengaja berlangganan sayuran yang jul dan ard jual,bukan atas dasar rasa kasihan akan tetapi akibat merasa terharu dengan kondisi kanak kanak yang belum selayaknya bekerja keras berjuang hidup tanpa harus mengemis dijalanan dan mengharapkan belas kasihan dari orang lain.

Marhuma pelanggan: saya mengaku salut pada jul dan adik adiknya,saya hormat dan menyayangi mereka,meskipun saya selalu membujuk jul mengambil adiknya sebagai anak angkat,namun jul bertegas akan membesarkan adik adiknya sendiri.

Mereka pernah di temui warga jatuh pingsan di jalan karena mereka kelaparan,mereka sehat setelah di beri makan oleh warga katanya sambil menitiskan air mata.

 

Kehilangan kedua orang tuan dan masa kanak kanak.

Kehidupan 4 beradik yatim piatu tersebut sememangnya tidak ringan setelah kedua orang tua mereka meninggal dua tahun lalu.

Katanya ayah kanak kanak ini meninggal dunia dalam kecelakan ketika kerja di kuala lumpur (malaysia) dimana isterinya pulang terlebih dahulu kenegara asalnya indonesia karena sakit, namun tidak lama selepas itu ibunya pula meninggal dunia karena kekurangan perawatan dari segi perubatan.

Keadaan yang sukar di cekik oleh kerasnya kehidupan membut kanak kanak ini hilang masa masa kecil yang seharusnya indah.

Ketika mereka melihat kanak kanak lain hidup bahagia berkumpul bersama keluarga dan kedua orang tuanya,mereka hanya dapat berandai dan berangan angan untuk mendapat hal yang sama.

Sambil mengusap air mata jul mengatakan ard kerap kali bersedih karena ketiadaan orang tua yang bisa menjadi tempat baginya mengadu dan berkeluh kesah.

Si adik paling bungsu yang tidak lama melihat wajah kedua orang tuanya belum genap setahun sudah menjadi yatim piatu.

Nota eberita:Berita ini telah di viralkan oleh kompas.com pada minggu 3 april 2016,semoga kanak kanak yatim piatu ini segera mendapat bantuan dari pihak negera tersebut.

Lokasi:Dusun Kanang, Desa Batetangga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.indonesia

Tags: #dua beradik #jual sayur #kisah dua beradik yatim piatu #yatim piatu

Author: 
author